Tampilkan postingan dengan label puisi sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

>" ßäTTiñ <"

Bahagia'a burung t'bang'
bhagia'a bunga yg mekar.
Bebas'a angin b'tiup.
Indah'a pandangi langit biru,
sejuk'a udara. Pagi
tp smua itu tak m'ngubah driku.
Hatiku sakit nan perih
tbuh ku lumpuh tak b'daya
han'a memandang smua yg ku lhat.
Kuresapi tapi tak t'obati.
Ingin rasa'aku pulih kembali,
hilangkn smwa rasa yg kualami
t'bang bebas bgy burung.n angin yg b,tyup
namun
begitu pedas utkku lenyapkan.
Tak ad manis yg t'sisa dlm getir'a khdpan. . .

Sabtu, 20 November 2010

TEBASAN WAKTU

lentera pagi hilang menjadi kelabu

Angin seakan enggan menyapa dunia

burungpun membisu 

menyepi disudut sarang

hai kecilku terasa berat

pikiran ego memaksa kehendak

akankah kuasa menjalaninya

dalam kerasnya waktu

membunuh, menebas, bahkan memecat

Waktu...

semua berjalan karnamu..

semua mati bila tanpamu

semua lancar tersusun

juga berkatmu


namun bila lengah langsung kau tebas

lantaran kedebong dipetik buahnya

jiwa ragaku terpana olehmu

semua tergantung karnamu

kau penentu esok dan lampau

BERGADANG

Malam larut begitu cepat

snack dan cofi temani heningnya malam

dingin meresap hingga menembus kulit

mata tegar seakan terpaksa

hiburan flm seakan tak berdaya

menyapaku dimalam yang hujan

teman-teman tidur bergelimpangan 

Namun diriku masih tegar menjaga amanah

dengan gentringan hujan di beranda

seolah nada penyenyak bagi pelelap

bulan dan bintang hilang ditelan awan berhujan

jangkrikpun engga bernyanyi

kodok-kodok riang berpesta ria

namun hati ini memikirkan selalu tentangnya

pikiranpun terbawa melayang

mata ini masih menatap layar drama

namun hati dan pikiran jauh

dari apa yang di pandang mata


Selasa, 02 November 2010

Pertiwiku kembali berduka

Negriku ramah,

Pertiwiku damai

Tanahku subur, kaya akan alam

Terpaan angin mengusik ketenangan

Butiran hujan menghantam kerasnya bumi

gelombang samudra menyapa keindahan pertiwi

seakan tak berbekas luka


kesabaran pertiwi semakin di uji

seakan dunia enggan meliht suka

derairan air mata indo mengalir tanpa henti

pertiwiku kembali berduka


seromongan putih lembut

menghujam bumi

menenggelamkan metropolitan

kota istimewa jogjapun berduka

akan muntahan batu biru besar menjulang tinggi

kepulan putih beracun

menghujani desa

tak ubahnya obat pembasmi serangga


ratapan indonesia akan cobaan

rakyat melesatkan air mata

korbanpun berjatuhan

anak-anak menangis menjerit

akankah negriku kembali tersenyum

ataukah kelalaian ummat yang lupapada yang Kuasa

Jumat, 29 Oktober 2010


",,,,,,,,,,,,,Hmhhh... w tau w emank sualah,,,,
W juga tau ko w punya kekurangan.....
apa ia.. semua harus begini...
enggakkan,,,,

V kenapa hembusanmu tak menyegarkanku
sinarmu tak menghangatkanku...
saatku membutuhkanmu,,
kau acuhkan diriku,,,

dengan butiran lunak cair
dengan gumpalan batu dingin
juga terpaan nafasmu
menumbangkan kehidupan daun

BEFORE COVID-19 MEWABAH DUNIA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Hai,,, Salam Sehat Sejahtera selalu... semenjak pandemi melanda dunia, termas...